SDGS 15 : LIFE ON LAND
Supporting land ecosystems through education
A. Events about the sustainable use of land
One tangible evidence of Universitas Terbuka’s commitment to supporting the terrestrial ecosystem is through community service activities that specifically target fostered villages. UT strives to improve the quality of life of rural communities, including providing education on the importance of preserving the environment. One of the five fostered villages that is interesting to convey is Ciwaluh Village in Bogor Regency. Based on the needs analysis, various trainings were held in Indonesian and English, such as tourism management training for the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and tour guide training, especially communication ethics. Also, several facilities such as footpaths to the location, information centers, tour guide equipment, and tourism equipment were held. Likewise, training for teachers, students, and the community on the importance of sustainability and tourism potential in the village is also needed. Through education in marketing UMKM products, typical village drinks, namely Ciwaluh coffee, cardamom tea, rengginang snacks, and banana chips, have also become commodities worth being relied on.
B. Maintain and extend current ecosystems
Since 2010, UT has realized the importance of participating in overcoming environmental problems by launching the slogan UT Go Green. Many programs have been implemented at UT Center and UT Regions, including planting rare trees around the campus, building artificial lakes, making bio pores, and developing eco-buildings.
Supporting land ecosystems through action
A. Collaboration for shared land ecosystems
Universitas Terbuka routinely carries out community service programs involving lecturers, students, and the community in activities that focus on environmental conservation, such as tree planting, river cleaning, and waste management. One of them was carried out by UT Banjarmasin staff and students in planting 150 rambai trees on November 8, 2023 on Curiak Island, Anjir Serapat Muara Village, Anjir Muara District, Barito Kuala Regency (Batola).
Land sensitive waste disposal
B. Water discharge guidelines and
Universitas Terbuka manages a laundry business unit that focuses on providing laundry services and prioritizes a commitment to environmental sustainability. One of the concrete efforts made is the management of wastewater generated from laundry activities. The wastewater is optimally processed to maintain water resources’ sustainability and support the surrounding environment’s hydrological function. The treated wastewater is then reused to fill the fish pond. The presence of fish in the pond indicates that the treated water meets quality standards and health requirements. In addition, Universitas Terbuka ensures the pond water quality continuously through periodic laboratory testing.
B. Policy on plastic waste
UT is committed to contributing to the implementation of plastic waste reduction policies in the campus environment. This is in line with the Green Campus concept promoted by UT. Through a circular letter number B/4326/UN31.WR2/RT.02/2023, dated September 26, 2023, addressed the academic community. UT has officially established a policy to limit the use of paper and plastic in the campus environment. Reducing paper and plastic waste in the UT environment by minimizing the use of disposable packaging in food/drink offerings and encouraging the use of drinking water containers/bottles (tumblers) and drink containers (pitchers) to the entire academic community as a substitute for bottled mineral water (bottles and glasses) in all UT activities.
15.2 Supporting land ecosystems through education
Judul Berita
TBA
Judul Berita
TBA
Judul Berita
TBA
31 Desember 2024

Universitas Terbuka (UT) secara aktif berkontribusi pada pendidikan ekosistem untuk komunitas lokal dan nasional, yang diwujudkan melalui penelitian terapan yang berfokus pada studi flora, fauna, dan kearifan lokal.
Sebagai bukti konkret, Departemen Biologi Universitas Terbuka (atas nama Yuni Tri Wulandari dan Elizabeth Novi Kusumaningrum) memimpin sebuah studi berjudul: “Traditional Mangrove Management in Langensari Village, Subang, West Java: A Study on the Practice of Integrating Mangroves into Polyculture Ponds.”
Penelitian ini berfungsi sebagai program edukasi dalam beberapa cara:
- Edukasi untuk Komunitas Lokal: Penelitian ini secara langsung mempelajari, mendokumentasikan, dan memvalidasi secara ilmiah praktik-praktik berkelanjutan yang sudah dilakukan oleh komunitas lokal di Desa Langensari. Dengan menganalisis efektivitas flora lokal (spesies bakau seperti A. marina dan R. stylosa) dalam melindungi ekosistem dari logam berat (Cu, Cd, Pb), UT memberikan data ilmiah yang dapat digunakan komunitas tersebut untuk memperkuat praktik mereka.
- Fokus pada Flora & Fauna: Studi ini secara spesifik meneliti ekosistem lokal, termasuk flora liar (berbagai jenis bakau) dan fauna (ikan bandeng, nila, dan udang windu) dalam sistem polikultur.
Edukasi untuk Komunitas Nasional: Publikasi penelitian ini berfungsi sebagai materi edukasi bagi komunitas nasional (akademisi, pembuat kebijakan, dan komunitas pesisir lainnya) tentang model pengelolaan mangrove yang efektif dan berkelanjutan yang mengintegrasikan ekologi dan ekonomi (polikultur).
Dalam upaya mendukung pencapaian SDGs, Universitas Terbuka (UT) melalui Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyelenggarakan The 4th International Seminar of Science and Technology (ISST) pada 17 Oktober 2024. Pada seminar ini, ISST juga meluncurkan dua buku yang merupakan hasil karya dosen-dosen di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka. Buku pertama dengan judul “Pangan Alternatif dari Berbagai Komoditas Lokal di Indonesia”. Buku ini dipersembahkan bagi masyarakat agar lebih mengenal berbagai komoditas di Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber pangan alternatif. Dengan mengenal lebih banyak komoditas lokal sebagai sumber pangan diharapkan konsumsi pangan yang beragam semakin meningkat, hal ini juga tentu akan sejalan dengan penguatan ketahanan pangan di Indonesia. Buku tersebut terdiri atas 10 judul artikel dengan menjelaskan potensi pangan lokal dari umbi-umbian, buah dan serelia, serta serangga. Buku kedua berjudul “Strategi Agribisnis” yang memuat tentang pembangunan pertanian, konsep agribisnis, perkembangan agribisnis, strategi pengembangan agribisnis, inovasi dalam agribisnis, masa depan agribisnis, serta bagaimana untuk siap menjadi wirausaha. Acara ini diharapkan dapat memicu lebih banyak kolaborasi dan ide-ide inovatif yang akan mendorong tercapainya SDGs, serta memperkokoh posisi UT sebagai institusi pendidikan tinggi yang solutif, inovatif, dan siap bersaing di kancah internasional.
Sebagai langkah strategis dalam menerapkan tridarma perguruan tinggi, Universitas Terbuka (UT)secara nyata menawarkan edukasi publik (educational outreach) yang berfokus pada manajemen lahan berkelanjutan untuk pariwisata bagi komunitas lokal.
Wujud nyata komitmen ini diimplementasikan melalui Program Desa Binaan (PDB) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Desa Siallagan Pindaraya, Samosir. Melalui fasilitasi UT Medan, akademisi universitas memberikan pelatihan komprehensif secara langsung kepada masyarakat lokal dan pelaku UMKM setempat.
Materi pelatihan secara spesifik mencakup “Ekowisata Danau Toba & Kepulauan Samosir”, yang dirancang untuk mendorong manajemen berkelanjutan. Program ini secara eksplisit mengadopsi prinsip “Konservasi” (sesuai Permendagri No. 33 Tahun 2009), yang bertujuan untuk “melindungi, mengawetkan dan memanfaatkan secara lestari sumber daya alam yang digunakan untuk ekowisata” serta “pelestarian lingkungan.”
Kegiatan yang diresmikan oleh pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, ini merupakan bukti langsung edukasi UT kepada komunitas tentang praktik pengelolaan lahan yang bertanggung jawab untuk ekowisata.
15.3 Supporting land ecosystems through action
Number of Students
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Number of low students receiving significant financial aid
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Targets to admit students from the bottom two financial deciles
Sosok Alvin Dwi Novemyanto Anak Pemulung Terima Penghargaan Pemuda Berprestasi dan Inspiratif 2024
07 Nov 2024
Number of low students receiving significant financial aid
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Petunjuk kerja peningkatan daya serap tanah terhadap air
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Number of low students receiving significant financial aid
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
15.4 Land sensitive waste disposal
Universitas Terbuka telah mendapatkan penghargaan dari PEPULIH berkat perannya yang nyata dalam pelestarian lingkungan melalui pengembangan ruang terbuka hijau dan pengelolaan lingkungan kampus yang berkelanjutan, menandai pencapaian penting dalam komitmen institusi terhadap prinsip-sustainability.
Sehubungan dengan komitmen Universitas Terbuka (UT) terhadap Upaya pelestarian dan keberlanjutan lingkungan dengan konsep Green Campus, terdapat beberapa poin kebijakan yang tertuang antara lain: Menugaskan kepada pimpinan unit kerja dan seluruh pegawai untuk berpartisipasi aktif mewujudkan pembatasan penggunaan kertas dan plastik di unit kerja masing-masing, mendorong pemanfaatan kertas secara hemat, meminimalisir penggunaan kemasan sekali pakai pada sajian makan/minum dan mendorong penggunaan tempat/botol air minum (tumbler) dan wadah minuman (pitcher) kepada seluruh civitas, Meningkatkan penggunaan Office Automation (OA) yaitu aplikasi PANUTAN untuk membuat seluruh dokumen tata naskah dinas dan persuratan untuk seluruh kegiatan UT dengan konsep paperless akademika
Kebijakan dan Praktik Pengelolaan Limbah Berbahaya, Termasuk Limbah Elektronik dan Medis
Universitas Terbuka (UT) memiliki komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, termasuk dalam penanganan limbah berbahaya, sejalan dengan Sustainable Development Goal 15 (Life on Land). Universitas menerapkan kebijakan, proses, dan praktik yang sistematis untuk memastikan pembuangan limbah berbahaya dilakukan dengan aman dan sesuai regulasi.
1. Penanganan Limbah Medis Tajam dan Terkontaminasi: UT menerapkan protokol ketat untuk penanganan limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan laboratorium atau layanan kesehatan di kampus. Ini mencakup limbah benda tajam seperti jarum suntik dan limbah terkontaminasi lainnya. Universitas menggunakan alat khusus seperti syringe destroyeryang berfungsi untuk memisahkan dan merusak jarum dari syringe secara aman, sehingga mengurangi risiko cedera dan kontaminasi.

Sisa limbah tajam kemudian dikumpulkan dalam wadah khusus (seperti yang terlihat dalam wadah putih) sebelum diserahkan kepada pihak ketiga berlisensi untuk pemusnahan yang aman.

2. Pengelolaan Limbah Elektronik (e-Waste):

Universitas Terbuka juga memiliki sistem pengelolaan untuk sampah elektronik (e-waste), yang merupakan kategori limbah berbahaya karena mengandung zat kimia dan logam berat. Seperti yang ditunjukkan pada gambar, UT secara aktif mengumpulkan dan memilah sampah elektronik, termasuk limbah lampu neon/pijar, untuk selanjutnya diserahkan kepada fasilitas daur ulang atau pembuangan limbah berbahaya yang memiliki izin khusus.
Praktik-praktik ini adalah bagian integral dari kebijakan pengelolaan limbah menyeluruh UT, yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, serta mendukung prinsip-prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.